"Peristiwanya tidaklah penting. Tapi, respon pada peristiwa itu
adalah segala-galanya" (I Ching).
Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang
merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali
pun? Hampir dipastikan tidak ada seorang pun.
Ada beragam sikap menghadapi kegagalan. Sering dalam menghibur kawan
yang gagal, kita melontarkan ucapan umum, seperti "kegagalan adalah
sukses yang tertunda" atau "kegagalan adalah awal kesuksesan" dan
sebagainya. Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus
dan menambah semangat. Namun, kalimat itu sering kita pakai lantaran
kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar
menghibur.
Sebenarnya, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang
kegagalan merupakan salah satu benteng kokoh menghadapi
serangan 'virus kegagalan' dalam hidup kita.
Sejarah mempunyai 1001 bukti. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena
mereka tidak pernah gagal. Tetapi, bagaimana mereka merespons,
berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justru
mengantarkan mereka pada puncak kesuksesan. Jatuh bangun adalah
proses biasa dalam meraih kesuksesan. Seperti puncak gunung tak akan
dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar
dan kebuntuan jalan.
Setiap dari kita, termasuk Anda, perlu memiliki sebuah
perbendaharaan atau pun referensi yang bisa kita jadikan pegangan
saat mengalami kegagalan. Winston Churchill, misalnya, ia mengaku
doyan membaca biografi tokoh terkenal saat semangatnya sedang turun.
Buku itu membuat semangatnya bangkit. Ia merasa diteguhkan saat
dirinya lemah dan tak berdaya.
Tak heran, salah satu nukilan pidatonya yang populer Never give up
bisa jadi berasal dari penggalian inspirasi buku-buku itu. Memang,
semangat itu menular seperti layaknya kemalasan juga sering menular.
Janganlah jemu menimba energi-energi positif dari banyak hal,
termasuk dari bacaan.
Kali ini, ada referensi menarik dari Joey Green dalam tulisannya
berjudul The road to success is paved with failure. Tulisan Joey
Green ini menjadi inspirasi penting untuk menghadapi kegagalan.
Green berhasil menuliskan berbagai kisah maupun daftar orang yang
sukses secara luar biasa setelah mengalami berbagai kekalahan pahit.
Di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh kisah Walt Disney yang
sempat saya singgung pekan lalu. Perusahaan animasi pertama Disney
pernah pailit. Tapi, Disney mampu bangkit dan betapa besar bisnis
hiburan yang ditawarkan dunia Disney sekarang ini.
Ada juga Tom Monaghan. Dalam 20 tahun usahanya, ia bangkrut dua
kali. Ia kehilangan hak kendali atas bisnisnya. Ia juga dituntut
atas pelanggaran hak cipta. Namun, belakangan bisnisnya malah
meroket dengan Domino's Pizza-nya.
Ada lagi Fred Smith, orang yang hanya mendapat C dalam salah satu
proyeknya di Yale saat menuliskan idenya tentang jasa pengiriman
semalam. Tapi, nilai itu tidak sebanding dengan Federal Express,
industri raksasa pengiriman barang yang mendunia. Padahal ide itu
pernah diacuhkan oleh gurunya.
Demikian juga perusahaan minuman Coca-Cola. Pada tahun pertama, Coca-
Cola hanya mampu menjual 400 botol. Tapi, sekarang Coca-Cola ada di
mana-mana. Bahkan, tidak ada satu daerah pun yang tidak pernah
kemasukan penetrasi Coca-Cola. Bahkan, gelombang Coca-Cola menjadi
simbol nyata globalisasi yang sedang berlangsung.
Alami penolakan
Sementara itu, Chester Carlson mencoba temuannya ke sekitar 20
perusahaan pada tahun 1940-an. Setelah bertahun-tahun mengalami
penolakan, ia berhasil meyakinkan Haloid, perusahaan kecil di
Rochester.
Haloid kemudian menjadi salah satu perusahaan raksasa untuk mesin
fotokopi elektrostatik bernama XEROX Corporation. Ada lagi Henry
Ford. Dalam tiga tahun pertama membangun bisnisnya di bidang
otomotif, Ford bangkrut dua kali. Namun, kegigihannya membuatnya
dikenal dengan simbol mobil-mobil mewah bergengsi.
Selain di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh di bidang
kesusastraan, perfilman, olah raga, dan nyanyian. Sebut saja Elvis
Presley. Gurunya pernah memberinya nilai C dengan nada menghina saat
ia duduk di L.C. Humes High School di Memphis.
Guru itu mencap dirinya sama sekali tidak bisa bernyanyi. Tapi, kini
Elvis Presley menjadi penyanyi legendaris. Ada Michael Jordan yang
pernah ditolak saat mau bergabung dengan klub basket sekolahnya.
Tapi, Jordan pun jadi ikon bola basket legendaris.
Beatles juga pernah ditolak pada 1962 oleh dapur rekaman Decca, Pey,
Philips, Columbia, dan HMV Labels. Juga Sigmun Freud yang buku
karyanya hanya laku 600 buah dengan hanya mengantongi royalti
US$250. Tapi, Freud dikenang sebagai Bapak Psikologi ternama.
Aktor Sylvester Stallone semasa kecil pernah dikeluarkan dari 13
sekolah dalam rentang 11 tahun. Profesornya di Universitas Miami
mengolok-olok dirinya tidak berbakat akting. Ia juga manjadi bahan
tertawaan saat memainkan peran di film Dog Day Afternoon, Serpico,
dan The GodFather. Naskah filmnya Rocky ditolak oleh nyaris semua
perusahaan. Tapi, sebuah perusahaan menerimanya dengan syarat
Stallone tidak boleh main di dalamnya.
Ada lagi Rudyard Kipling. Ia pernah menulis cerita dan
mengirimkannya ke sebuah surat kabar di California pada 1888. Tapi,
sang editor menolak. "Maaf Mr. Kipling. Anda tampaknya tidak tahu
bagaimana menggunakan bahasa Inggris dengan baik," kata editor itu.
Belakangan, ia merupakan salah satu peraih nobel di bidang sastra
pada 1907.
Nah, masih banyak contoh lainnya. Anda pun bisa melihat sendiri
orang-orang serupa di sekitar Anda. Ada satu benang merah yang
menarik. Saat Anda mengalami kegagalan, jangan kalang kabut. Jangan
biarkan energi Anda habis terkuras hanya karena terbekap kegagalan.
Sungguh sangat arogan jika kita selalu berharap semua berjalan mulus
tanpa kendala. Ambillah medali kemenangan dari setiap kegagalan yang
kita alami. Kita tidak mungkin sukses tanpa memiliki keberanian
untuk gagal.
Lihatlah mereka yang sukses itu. Mereka melewati berbagai tantangan
dan kesulitan dengan jiwa besar. Kegagalan paling buruk adalah
mereka yang mencoba, lalu kalah dan menyerah. Dag Hammarskjold
pernah bilang, jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum
Anda mencapai puncaknya. Karena, Anda kemudian akan melihat betapa
rendahnya gunung itu. Tak ada kata menyerah!
Minggu, 13 September 2009
Senin, 17 Agustus 2009
Lebih Dari Sekadar Bekerja
Ucok, di mata orang banyak barangkali hanyalah seorang tukang tambal
ban yang mangkal di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Tapi bagi saya dia
lebih dari sekadar tukang tambal ban. Apa yang dikerjakannya memiliki
nilai plus bagi hidup saya.
Dia adalah orang yang berjasa bagi saya—setidaknya pada hari itu—saat
ban mobil saya bocor. Bayangkan jika ban mobil saya tidak segera
ditambal, bisa jadi hal-hal buruk akan menimpah saya, seperti
kecelakaan lalu lintas. Pekerjaan dia juga memuluskan agenda
pekerjaan saya hari itu. Ucok juga membuat saya bisa segera berkumpul
kembali dengan istri dan anak saya di rumah.
Orang seringkali merasa minder dengan pekerjaannya. Barangkali dia
berkata, "Ah, aku ini hanya karyawan biasa. Aku hanya seorang satpam.
Aku hanya seorang pembersih toilet. Aku hanya tukang kebun. Aku hanya
seorang pembantu rumah tangga. Aku hanya seorang guru, dan
sebagainya." Benarkah demikian?
Baru-baru ini ketika saya memberikan pelatihan kepemimpinan kepada
para guru dan kepala sekolah di Bandung, saya mengatakan kepada
mereka, "Jika Anda menjadi seorang pemimpin dan guru yang baik maka
Anda bisa berkata,'Hari ini aku melihat seorang bertumbuh menjadi
orang yang lebih baik dan aku tahu aku telah membantunya.'"
Pernyataan sederhana itu terbukti kebenarannya ketika saya diminta
untuk menjadi dosen tamu di kampus saya: Jurusan Teknik Kimia
Universitas Katolik Parahyangan Bandung, tahun silam. Saya bertemu
dengan dosen sekaligus mantan ketua jurusan saat saya masih kuliah.
Dengan senyuman yang ramah dia menyapa saya dan berkata, "Paulus,
saya selalu ikut merasa bangga setiap kali saya melihatmu di media
massa." Oh Tuhan, betapa terharunya hati saya. Rupanya, belum lama
berselang, dia membaca harian Kompas yang memuat foto saat saya
membawakan seminar dan meluncuran buku di angkasa. Event tersebut
adalah yang pertama di dunia dan sempat dicatat dalam rekor MURI
(Museum Rekor Indonesia).
Sedikit-banyak saya masih ingat betapa kasih, perhatian dan
pengajaran yang diberikannya semasa saya kuliah ikut membentuk diri
saya. Saya sering berpikir, hanya orang sombong dan lupa ingatan
sajalah yang berani mengklaim kalau apa yang dicapainya semata-mata
karena usahanya sendiri.
Makna Pekerjaan
Bertolak dari cerita sederhana di atas, saya ingin mengajak kita
semua untuk melihat lebih jauh manfaat dari pekerjaan kita bagi
sesama. Siapa saja orang yang kualitas hidupnya menjadi lebih baik
karena apa yang Anda lakukan? Apakah pekerjaan Anda sungguh
memberikan nilai plus (bukan nilai minus) bagi pekerjaan dan hidup
orang lain? Apa makna pekerjaan bagi Anda? Jawaban Anda atas
pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut tampaknya akan menentukan
seberapa berarti pekerjaan Anda saat ini di mata Anda. Sejauh
pengamatan saya, cara pandang kita terhadap pekerjaan kita akan
sangat menentukan prestasi kerja kita. Tanpa bermaksud untuk
menggurui atau menyatakan diri sebagai pakar, perkenankanlah saya
untuk menawarkan beberapa rumusan mengenai makna pekerjaan.
Pertama, pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah. Tampaknya
inilah makna pekerjaan yang paling dasar dan ada dalam diri setiap
pencari kerja. Minimal, didorong oleh keinginan agar tidak menjadi
beban bagi orang lain, seseorang akan berusaha menemukan pekerjaan
yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Cara pandang seperti ini tidaklah salah. Namun jika seseorang hanya
memandang pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah maka ia akan
cepat merasa bosan dan melihat pekerjaannya sebagai sebuah beban.
Sangat sulit baginya menemukan kesenangan dalam bekerja. Bagaimana
mengatasi hal ini? Cobalah memandang pekerjaan dari sisi lainnya.
Kedua, pekerjaan sebagai sarana untuk mengekspresikan potensi diri.
Seorang pemuda yang sejak kecil hobi bermain komputer pernah ditanya
mengapa ia memilih pekerjaan di bidang information technology (IT)?
Sambil tersenyum, ia menjawab, "Saya menyukai pekerjaan ini dan
melalui pekerjaan ini saya menemukan siapa diri saja!" Wow, sebuah
jawaban yang luar biasa!
Ketiga, pekerjaan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri.
Seorang mahasiswa sejak kuliah sangat aktif menulis untuk media
kampus. Suatu ketika, saat musim liburan semester, ia mendapat
kesempatan untuk magang di sebuah majalah berita mingguan terkemuka
di negeri ini. Kesempatan magang tersebut tidak disia-siakan. Ia
memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan belajar dari wartawan- wartawan senior di kantornya. Ia juga tidak segan-segan meminta
masukan atas tulisan yang dibuatnya. Terkadang memang timbul rasa
kecil hati manakala begitu banyak kritikan ia terima. Namun ia
bersikap terbuka dan belajar untuk terus memperbaiki diri.
Seusai masa magang ia kemudian memperoleh pekerjaan di majalah yang
sama. Tekadnya untuk terus mengembangkan diri membuatnya mengambil
kursus jurnalistik tingkat lanjut dengan biaya sendiri. Ia juga
membeli puluhan buku jurnalistik, membacanya dan mendiskusikannya
dengan mereka yang dianggap ahli di bidang tersebut. Tahun berganti
tahun dan kini kualitas tulisannya telah meningkat jauh. Ia juga
telah berhasil menulis sejumlah buku yang masuk kategori best seller.
Keempat, pekerjaan sebagai sarana untuk belajar hal-hal baru. Ada
mitos yang mengatakan kalau bagian keuangan di sebuah perusahaan
selalu berbenturan dengan bagian pemasaran. Namun hal itu tampaknya
tidak berlaku bagi Linda. Meski dikenal sebagai seorang staf
keuangan, Linda dikenal juga memiliki pengetahuan yang amat baik
dalam bidang pemasaran, penjualan, dan sebagainya. Mengapa? Ia
termasuk orang yang gaul. Ia berteman dengan staf dari bagian lain di
perusahaannya dan makin menyadari kalau kesuksesan perusahaan
ditentukan oleh kontribusi semua bagian.
Kelima, pekerjaan sebagai sarana untuk memperluas jaringan. Linda
dalam contoh sebelumnya adalah tipe karyawan yang unggul dalam
membina hubungan baik. Ia juga berhubungan dengan staf keuangan dari
perusahaan lainnya yang berada di gedung yang sama. Ia juga aktif
dalam asosiasi sesuai dengan profesinya dan mengikuti sejumlah
mailing list yang berhungan dengan pekerjaannya. Tidak heran jika
Linda termasuk orang yang sangat mudah untuk mendapatkan berbagai
informasi penting.
Keenam, pekerjaan sebagai sarana untuk melayani orang lain. Alan Loy
McGinnis benar ketika mengatakan tidak ada pekerjaan yang lebih mulia
di dunia ini ketimbang membantu orang lain –membantu seseorang meraih
kesuksesan (there is no more noble occupation in the world than to
assist another human being –to help someone succeed). Betapa
berartinya hidup ini jika kita menyadari apa yang kita lakukan
membawa manfaat bagi sesama, minimal bagi rekan kerja kita,
perusahaan kita dan bagi customer yang menggunakan produk atau jasa
kita. Betapa bahagianya kita jika kita sungguh mengetahui produk atau
jasa kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain atau
membantu mereka memecahkan masalah mereka. Sayangnya, masih banyak
orang yang cenderung mengutamakan profit atau upah di atas segalanya.
Padahal jika kita mau memberikan yang terbaik, semuanya itu akan
datang dengan sendirinya. Apa yang kita tabur akan kita tuai!
Ketujuh, pekerjaan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menjadi
wirausaha (entrepreneur). Ketika memberikan pelatihan kepada 110
karyawan terbaik sebuah bank terkemuka di negeri ini, beberapa di
antara mereka menyatakan kekecewaannya karena sudah lama bekerja
namun tidak juga naik jabatan. "Saya sudah bekerja lebih dari 15
tahun. Teman-teman seangkatan saya sudah pada jadi kepala cabang,
tinggal saya," begitu kata mereka. Saya bisa merasakan apa yang
mereka rasakan namun saya juga mengingatkan mereka untuk tidak kecil
hati. Saya ingat nasihat seorang pengusaha sukses mengenai kapan
waktu yang paling tepat bagi seorang karyawan untuk terjun
berwirausaha. "Salah satunya adalah ketika Anda bisa mengurus diri
Anda sendiri tanpa disuruh-suruh orang lain. Sebab sebagai pengusaha,
Anda harus mampu mengatur diri Anda sendiri dengan baik karena
Andalah pemimpinnya," katanya. Sebuah nasihat yang sangat berharga!
Kedelapan, pekerjaan sebagai sarana ibadah. "Saya ingin agar nama
Tuhan dipermuliakan melalui hidup dan karya saya. Hasrat terbesar
saya adalah agar pada suatu hari saya bisa mendengar-Nya
berkata, 'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan
setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang
kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang
besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.' Itulah saat
yang sangat saya rindukan," ujar seorang sahabat. Bagaimana menurut
Anda? ***
Sumber: Lebih Dari Sekadar Bekerja oleh Paulus Winarto. Paulus
Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia
(MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara
dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya
diluncurkan di angkasa.
ban yang mangkal di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Tapi bagi saya dia
lebih dari sekadar tukang tambal ban. Apa yang dikerjakannya memiliki
nilai plus bagi hidup saya.
Dia adalah orang yang berjasa bagi saya—setidaknya pada hari itu—saat
ban mobil saya bocor. Bayangkan jika ban mobil saya tidak segera
ditambal, bisa jadi hal-hal buruk akan menimpah saya, seperti
kecelakaan lalu lintas. Pekerjaan dia juga memuluskan agenda
pekerjaan saya hari itu. Ucok juga membuat saya bisa segera berkumpul
kembali dengan istri dan anak saya di rumah.
Orang seringkali merasa minder dengan pekerjaannya. Barangkali dia
berkata, "Ah, aku ini hanya karyawan biasa. Aku hanya seorang satpam.
Aku hanya seorang pembersih toilet. Aku hanya tukang kebun. Aku hanya
seorang pembantu rumah tangga. Aku hanya seorang guru, dan
sebagainya." Benarkah demikian?
Baru-baru ini ketika saya memberikan pelatihan kepemimpinan kepada
para guru dan kepala sekolah di Bandung, saya mengatakan kepada
mereka, "Jika Anda menjadi seorang pemimpin dan guru yang baik maka
Anda bisa berkata,'Hari ini aku melihat seorang bertumbuh menjadi
orang yang lebih baik dan aku tahu aku telah membantunya.'"
Pernyataan sederhana itu terbukti kebenarannya ketika saya diminta
untuk menjadi dosen tamu di kampus saya: Jurusan Teknik Kimia
Universitas Katolik Parahyangan Bandung, tahun silam. Saya bertemu
dengan dosen sekaligus mantan ketua jurusan saat saya masih kuliah.
Dengan senyuman yang ramah dia menyapa saya dan berkata, "Paulus,
saya selalu ikut merasa bangga setiap kali saya melihatmu di media
massa." Oh Tuhan, betapa terharunya hati saya. Rupanya, belum lama
berselang, dia membaca harian Kompas yang memuat foto saat saya
membawakan seminar dan meluncuran buku di angkasa. Event tersebut
adalah yang pertama di dunia dan sempat dicatat dalam rekor MURI
(Museum Rekor Indonesia).
Sedikit-banyak saya masih ingat betapa kasih, perhatian dan
pengajaran yang diberikannya semasa saya kuliah ikut membentuk diri
saya. Saya sering berpikir, hanya orang sombong dan lupa ingatan
sajalah yang berani mengklaim kalau apa yang dicapainya semata-mata
karena usahanya sendiri.
Makna Pekerjaan
Bertolak dari cerita sederhana di atas, saya ingin mengajak kita
semua untuk melihat lebih jauh manfaat dari pekerjaan kita bagi
sesama. Siapa saja orang yang kualitas hidupnya menjadi lebih baik
karena apa yang Anda lakukan? Apakah pekerjaan Anda sungguh
memberikan nilai plus (bukan nilai minus) bagi pekerjaan dan hidup
orang lain? Apa makna pekerjaan bagi Anda? Jawaban Anda atas
pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut tampaknya akan menentukan
seberapa berarti pekerjaan Anda saat ini di mata Anda. Sejauh
pengamatan saya, cara pandang kita terhadap pekerjaan kita akan
sangat menentukan prestasi kerja kita. Tanpa bermaksud untuk
menggurui atau menyatakan diri sebagai pakar, perkenankanlah saya
untuk menawarkan beberapa rumusan mengenai makna pekerjaan.
Pertama, pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah. Tampaknya
inilah makna pekerjaan yang paling dasar dan ada dalam diri setiap
pencari kerja. Minimal, didorong oleh keinginan agar tidak menjadi
beban bagi orang lain, seseorang akan berusaha menemukan pekerjaan
yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Cara pandang seperti ini tidaklah salah. Namun jika seseorang hanya
memandang pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah maka ia akan
cepat merasa bosan dan melihat pekerjaannya sebagai sebuah beban.
Sangat sulit baginya menemukan kesenangan dalam bekerja. Bagaimana
mengatasi hal ini? Cobalah memandang pekerjaan dari sisi lainnya.
Kedua, pekerjaan sebagai sarana untuk mengekspresikan potensi diri.
Seorang pemuda yang sejak kecil hobi bermain komputer pernah ditanya
mengapa ia memilih pekerjaan di bidang information technology (IT)?
Sambil tersenyum, ia menjawab, "Saya menyukai pekerjaan ini dan
melalui pekerjaan ini saya menemukan siapa diri saja!" Wow, sebuah
jawaban yang luar biasa!
Ketiga, pekerjaan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri.
Seorang mahasiswa sejak kuliah sangat aktif menulis untuk media
kampus. Suatu ketika, saat musim liburan semester, ia mendapat
kesempatan untuk magang di sebuah majalah berita mingguan terkemuka
di negeri ini. Kesempatan magang tersebut tidak disia-siakan. Ia
memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan belajar dari wartawan- wartawan senior di kantornya. Ia juga tidak segan-segan meminta
masukan atas tulisan yang dibuatnya. Terkadang memang timbul rasa
kecil hati manakala begitu banyak kritikan ia terima. Namun ia
bersikap terbuka dan belajar untuk terus memperbaiki diri.
Seusai masa magang ia kemudian memperoleh pekerjaan di majalah yang
sama. Tekadnya untuk terus mengembangkan diri membuatnya mengambil
kursus jurnalistik tingkat lanjut dengan biaya sendiri. Ia juga
membeli puluhan buku jurnalistik, membacanya dan mendiskusikannya
dengan mereka yang dianggap ahli di bidang tersebut. Tahun berganti
tahun dan kini kualitas tulisannya telah meningkat jauh. Ia juga
telah berhasil menulis sejumlah buku yang masuk kategori best seller.
Keempat, pekerjaan sebagai sarana untuk belajar hal-hal baru. Ada
mitos yang mengatakan kalau bagian keuangan di sebuah perusahaan
selalu berbenturan dengan bagian pemasaran. Namun hal itu tampaknya
tidak berlaku bagi Linda. Meski dikenal sebagai seorang staf
keuangan, Linda dikenal juga memiliki pengetahuan yang amat baik
dalam bidang pemasaran, penjualan, dan sebagainya. Mengapa? Ia
termasuk orang yang gaul. Ia berteman dengan staf dari bagian lain di
perusahaannya dan makin menyadari kalau kesuksesan perusahaan
ditentukan oleh kontribusi semua bagian.
Kelima, pekerjaan sebagai sarana untuk memperluas jaringan. Linda
dalam contoh sebelumnya adalah tipe karyawan yang unggul dalam
membina hubungan baik. Ia juga berhubungan dengan staf keuangan dari
perusahaan lainnya yang berada di gedung yang sama. Ia juga aktif
dalam asosiasi sesuai dengan profesinya dan mengikuti sejumlah
mailing list yang berhungan dengan pekerjaannya. Tidak heran jika
Linda termasuk orang yang sangat mudah untuk mendapatkan berbagai
informasi penting.
Keenam, pekerjaan sebagai sarana untuk melayani orang lain. Alan Loy
McGinnis benar ketika mengatakan tidak ada pekerjaan yang lebih mulia
di dunia ini ketimbang membantu orang lain –membantu seseorang meraih
kesuksesan (there is no more noble occupation in the world than to
assist another human being –to help someone succeed). Betapa
berartinya hidup ini jika kita menyadari apa yang kita lakukan
membawa manfaat bagi sesama, minimal bagi rekan kerja kita,
perusahaan kita dan bagi customer yang menggunakan produk atau jasa
kita. Betapa bahagianya kita jika kita sungguh mengetahui produk atau
jasa kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain atau
membantu mereka memecahkan masalah mereka. Sayangnya, masih banyak
orang yang cenderung mengutamakan profit atau upah di atas segalanya.
Padahal jika kita mau memberikan yang terbaik, semuanya itu akan
datang dengan sendirinya. Apa yang kita tabur akan kita tuai!
Ketujuh, pekerjaan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menjadi
wirausaha (entrepreneur). Ketika memberikan pelatihan kepada 110
karyawan terbaik sebuah bank terkemuka di negeri ini, beberapa di
antara mereka menyatakan kekecewaannya karena sudah lama bekerja
namun tidak juga naik jabatan. "Saya sudah bekerja lebih dari 15
tahun. Teman-teman seangkatan saya sudah pada jadi kepala cabang,
tinggal saya," begitu kata mereka. Saya bisa merasakan apa yang
mereka rasakan namun saya juga mengingatkan mereka untuk tidak kecil
hati. Saya ingat nasihat seorang pengusaha sukses mengenai kapan
waktu yang paling tepat bagi seorang karyawan untuk terjun
berwirausaha. "Salah satunya adalah ketika Anda bisa mengurus diri
Anda sendiri tanpa disuruh-suruh orang lain. Sebab sebagai pengusaha,
Anda harus mampu mengatur diri Anda sendiri dengan baik karena
Andalah pemimpinnya," katanya. Sebuah nasihat yang sangat berharga!
Kedelapan, pekerjaan sebagai sarana ibadah. "Saya ingin agar nama
Tuhan dipermuliakan melalui hidup dan karya saya. Hasrat terbesar
saya adalah agar pada suatu hari saya bisa mendengar-Nya
berkata, 'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan
setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang
kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang
besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.' Itulah saat
yang sangat saya rindukan," ujar seorang sahabat. Bagaimana menurut
Anda? ***
Sumber: Lebih Dari Sekadar Bekerja oleh Paulus Winarto. Paulus
Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia
(MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara
dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya
diluncurkan di angkasa.
Selasa, 31 Maret 2009
sel tumbuhan
Anatomi Sel Tumbuhan
| struktur golgi | |
| jala-jala endoplasma | ||
| butir pati | ||
| dinding sel | ||
Kamis, 19 Maret 2009
darah
GOLONGAN DARAH O
Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.
Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa
Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.
Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras
GOLONGAN DARAH A
Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.
Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis
Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.
Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
GOLONGAN DARAH B
Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.
Tingkah Laku : Adaptasi & analitika
Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.
Diet : Susu & produk susu
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
GOLONGAN DARAH AB
Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.
Tingkah Laku : Cerdik & penyabar
Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.
Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol
Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.
Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa
Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.
Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras
GOLONGAN DARAH A
Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.
Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis
Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.
Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
GOLONGAN DARAH B
Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.
Tingkah Laku : Adaptasi & analitika
Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.
Diet : Susu & produk susu
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
GOLONGAN DARAH AB
Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.
Tingkah Laku : Cerdik & penyabar
Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.
Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol
Langganan:
Postingan (Atom)